![]() |
| #AyatFavorit |
Monday, March 4, 2013
Tuesday, February 19, 2013
Joyful Tuesday; Mujizat-Mujizat Kecil
Semangat pagi!!!!
Hari ini saya mau berbagi sedikit kesaksian.. mungkin kedengaran agak konyol tapi percayalah bahwa Tuhan juga bekerja lewat setiap kekonyolan dalam hidup kita (Roma 8:28).
Ceritanya dimulai pagi tadi waktu saya terburu-buru mau berangkat ke sekolah. Saya lupa di mana saya letakan pakaian seragam saya. Pusing cari kesana ke mari saya mulai sedikit menggerutu, sepertinya sukacita pagi mulai memudar. tapi ada satu suara di hati yang mengingatkan saya, "Carilah maka akan kamu temukan". Ok, kata saya dalam hati, saya pun menurut. Terus saya lanjutkan pencaharian dengan lebih tenang dan teliti dengan membongkar isi lemari pakaian saya satu persatu dan akhirnya...it's there!!! yup, saya temukan juga.
Saya pikir semuanya akan berhenti sampai di situ tapi ternyata ada satu lagi cerita seru... Setelah selesai pakaian dan mau berangkat, saya ingat kalau saya belum pakai jam tangan, maka saya pun pergi ke tempat di mana saya selalu letakan jam tangan saya (note: saya cukup pelupa jadi saya selalu menyiasatinya dengan meletakan benda-benda penting pada tempat tertentu). Awalnya aman-aman saja karena jam itu ada di tempatnya tapi waktu mau dipakai, wah!!! Satu masalah lagi... karet pengaitnya hilang... T.T
Saya hampir nangis karena merasa sebal dengan keadaan pagi ini. Apa saya harus ke sekolah tanpa jam tangan? karena saya tidak mau membuang-buang waktu maka saya langsung memasukan jam tangan itu ke saku baju seragam dan langsung ke meja makan untuk sarapan. Saya pikir tidak apalah kalau tidak bisa dipakai, toh saya masih bisa lihat jamnya dari saku baju. Tapi itu juga dengan sedikit emosi karena merasa hari ini sedikit 'gila'.
Dan saya meneruskan aktivitas pagi itu di meja makan. setelah sarapan, saya siap berangkat tapi suara hati saya memaksa saya untuk kembali ke tempat jam tangan untuk melihat lagi pengait karetnya. Yah, saya juga menurut. dan akhirnya.... treng treng!!!! Yah, it's there. saya ketemu. Bisa dibayagkan betapa gembiranya saya menemukan apa yang saya cari. Akhirnya saya menarik pelajaran pentng pagi itu: sesuatu yang kita cari tapi belum ketemu, belum berarti hilang.. teruslah mencari karena "Mintalah maka akan diberikan keppadamu, carilah maka kamu akan mendapatkannya, dan ketoklah maka pintu akan dibukakakan bagimu."
Saya pikir selesai sampai di sini saja tapi suatu mujizat yang lain terjadi... Charger laptop saya yang kemarin-kemarin rusak hari ini entah bagaimana bisa nyala.. kya!!!! senangnya.. padahal saya sudah mulai kalkulasi pengeluaran bulan depan yang bakalan membengkak dengan biaya charger laptop baru. Oh, God is so good!
Pelajaran lain hari ini:
Banyak kali kita tidak melihat mujizat karena kita menantikan sesuatu yang besar. Belajarlah untuk melihat hal-hal kecil yang Tuhan buat lewat setiap hal yang kita anggap "konyol" karena "Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia".
Have a blessed Tuesday!
God bless you...
Hari ini saya mau berbagi sedikit kesaksian.. mungkin kedengaran agak konyol tapi percayalah bahwa Tuhan juga bekerja lewat setiap kekonyolan dalam hidup kita (Roma 8:28).
Ceritanya dimulai pagi tadi waktu saya terburu-buru mau berangkat ke sekolah. Saya lupa di mana saya letakan pakaian seragam saya. Pusing cari kesana ke mari saya mulai sedikit menggerutu, sepertinya sukacita pagi mulai memudar. tapi ada satu suara di hati yang mengingatkan saya, "Carilah maka akan kamu temukan". Ok, kata saya dalam hati, saya pun menurut. Terus saya lanjutkan pencaharian dengan lebih tenang dan teliti dengan membongkar isi lemari pakaian saya satu persatu dan akhirnya...it's there!!! yup, saya temukan juga.
Saya pikir semuanya akan berhenti sampai di situ tapi ternyata ada satu lagi cerita seru... Setelah selesai pakaian dan mau berangkat, saya ingat kalau saya belum pakai jam tangan, maka saya pun pergi ke tempat di mana saya selalu letakan jam tangan saya (note: saya cukup pelupa jadi saya selalu menyiasatinya dengan meletakan benda-benda penting pada tempat tertentu). Awalnya aman-aman saja karena jam itu ada di tempatnya tapi waktu mau dipakai, wah!!! Satu masalah lagi... karet pengaitnya hilang... T.T
Saya hampir nangis karena merasa sebal dengan keadaan pagi ini. Apa saya harus ke sekolah tanpa jam tangan? karena saya tidak mau membuang-buang waktu maka saya langsung memasukan jam tangan itu ke saku baju seragam dan langsung ke meja makan untuk sarapan. Saya pikir tidak apalah kalau tidak bisa dipakai, toh saya masih bisa lihat jamnya dari saku baju. Tapi itu juga dengan sedikit emosi karena merasa hari ini sedikit 'gila'.
Dan saya meneruskan aktivitas pagi itu di meja makan. setelah sarapan, saya siap berangkat tapi suara hati saya memaksa saya untuk kembali ke tempat jam tangan untuk melihat lagi pengait karetnya. Yah, saya juga menurut. dan akhirnya.... treng treng!!!! Yah, it's there. saya ketemu. Bisa dibayagkan betapa gembiranya saya menemukan apa yang saya cari. Akhirnya saya menarik pelajaran pentng pagi itu: sesuatu yang kita cari tapi belum ketemu, belum berarti hilang.. teruslah mencari karena "Mintalah maka akan diberikan keppadamu, carilah maka kamu akan mendapatkannya, dan ketoklah maka pintu akan dibukakakan bagimu."
Saya pikir selesai sampai di sini saja tapi suatu mujizat yang lain terjadi... Charger laptop saya yang kemarin-kemarin rusak hari ini entah bagaimana bisa nyala.. kya!!!! senangnya.. padahal saya sudah mulai kalkulasi pengeluaran bulan depan yang bakalan membengkak dengan biaya charger laptop baru. Oh, God is so good!
Pelajaran lain hari ini:
Banyak kali kita tidak melihat mujizat karena kita menantikan sesuatu yang besar. Belajarlah untuk melihat hal-hal kecil yang Tuhan buat lewat setiap hal yang kita anggap "konyol" karena "Tuhan bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia".
Have a blessed Tuesday!
God bless you...
Sunday, January 27, 2013
Pandanglah Lagi dan Sucikan
Matius 6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
Pernyataan Yesus yang sederhana selalu membingungkan kita, karena kita tidak berpikir sederhana. Bagaimana kita dapat mempertahankan kesederhanaan Yesus sehingga kita dapat memahami-Nya? Dengan menerima Roh-Nya, kita mengenal dan bersandar kepada-Nya, dan menaati-Nya ketika Dia menyampaikan kebenaran firman-Nya, hidup akan secara ajaib menjadi sederhana. Yesus meminta kta memikirkan "jika demikian Allah mendandani rumput di ladang...." betapa "terlebih lagi" Dia akan mendandani Anda, jika Anda tetap dalam hubungan yang benar dengan-Nya. Setiap kali kita mengalami kemunduran dalam persekutuan kita dengan Allah, ini karena kita memiliki pikiran yang tidak hormat bahwa kita merasa tahu lebih banyak dari pada Yesus Kristus. Kita mengijinkan "kekhawatiran dunia ini" masuk ke dalam hidup kita (Mat 13:22), dan melupakan janji tentang "terlebih lagi" dari Bapa Sorgawi kita.
"Pandanglah burung-burung di langit....." (Mat 6:26). Tugas mereka adalah mematuhi naluri yang telah diberikan Allah dan Allah menjaga mereka. Yesus berkata bahwa jika Anda mempunyai hubungan yang benar dengan-Nya dan mau menaati Roh-Nya di dalam Anda, Allah akan memelihara "kepentingan Anda juga.
"Perhatikanlah bunga bakung di padang...."(Mat 6:28). Mereka tumbuh di mana mereka ditanam. Banyak dari kita menolak untuk tumbuh di tempat Allah menanam kita. Dengan demikian kita tidak berakar di mana pun juga. Yesus berkata bahwa jika kita mau mengikuti hidup ilahi yang di dalam kita, Dia akan mengurus semua hal lain. Apakah Yesus berdusta kepada kita? Apakah kita mengalami "terlebih lagi" yang dijanjikan-Nya? Jika kita tidak mengalaminya, itu karena kita tidak mengikuti hidup ilahi yang sudah diberikan Allah kepada kita, dan memenuhi kepala kita dengan kekhawatiran dan pikiran yang membingungkan. Seberapa banyak waktu yang terbuang karena kita mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bodoh kepada Allah, padahal seharusnya kita bebas sepenuhnya untuk memusatkan perhatian pada pelayanan kita bagi-Nya? Penyucian adalah tindakan memisahkan diri secara terus-menerus dari segala sesuatu selain yang ditetapkan Allah untuk saya lakukan. Ini bukanlah pengalaman yang hanya terjadi satu kali, tetapi suatu proses yang terus berlangsung. Apakah saya terus memisahkan diri dan memandang kepada Allah setiap hari?
(My Utmost For His Highest--Pengabdianku Bagi Kemuliaan-Nya, by Oswald Chambers)
Wednesday, January 23, 2013
Diubahkan Dengan Memandang Allah
2 Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
Karakteristik terbesar yang dapat ditampilakan oleh orang Kristen adalah keterbukaannya yang sempurna, tanpa selubung di hadapan Allah, sehingga hidupnya menjadi cermin bagi orang lain. Ketika Roh Kudus memenuhi kita, kita diubahkan dan dengan memandang kepada Allah kita menjadi cermin. Anda dapat selalu melihat kapan seseorang telah melihat kemuliaan Tuhan, karena roh di dalam Anda merasakan bahwa ia mencerminkan karakter Tuhan sendiri. waspadalah akan apa pun yang dapat menodai cermin yang ada di dalam diri Anda. Hampir selalu sesuatu yang baik yang akan menodainya---sesuatu yang baik tetapi bukan yang terbaik.
Aturan terpenting bagi kita adalah berkonsentrasi untuk menjaga supaya hidup kita terbuka kepada Allah. Abaikan segala sesuatu termasuk pekerjaan, pakaian, dan makanan. Kesibukan dalam berbagai hal dapat mengaburkan konsentrasi kita kepada Allah. Seharusnya kita menjaga diri supaya tetap memandang Dia, menjaga supaya hidup kita sepenuhnya rohani. Biarkanlah hal-hal lain datang dan pergi semaunya; biarkan orang lain mengkritik kita sekehendak hatinya; tetapi jangan izinkan apa pun mengaburkan hidup yang "tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah" (Kol 3:3). Jangan pernah membiarkan gaya hidup yang selalu tergesa-gesa mengganggu hubungan Anda untuk tetap tinggal di dalam-Nya. Ini mudah terjadi, tetapi kita harus waspada untuk melawannya. Pelajaran paling sulit dari hidup Kristen adalah belajar untuk terus-menerus "mencerminkan kemuliaan Allah".
(My Utmost For His Highest--Pengabdianku Bagi Kemuliaan-Nya, by Oswald Chambers)
Monday, January 21, 2013
"Mengingat yang Diingat Allah"
Yeremia 2:2 "Pergilah memberitahukan kepada penduduk Yerusalem dengan mengatakan: Beginilah firman TUHAN: Aku teringat kepada kasihmu pada masa mudamu, kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin, bagaimana engkau mengikuti Aku di padang gurun, di negeri yang tiada tetaburannya.
Apakah saya secara spontan bersikap baik kepada Allah seperti yang dulu saya lakukan, atau apakah saya hanya berharap Allah bersikap baik kepada saya? Apakah segala sesuatu dalam hidup saya memenuhi hati-Nya dengan kegembiraan, atau apakah saya terus berkeluh kesah karena banyak hal terlihat tidak berjalan sesuai kehendak saya? Seorang yang lupa pada apa yang dihargai Allah tidak akan dipenuhi sukacita. Sungguh indah mengingat bahwa Yesus Kristus memiliki kebutuhan yang dapat kita penuhi-- "Berilah Aku minum " (Yoh. 4:7). Seberapa banyak kebaikan yang saya tunjukkan kepada-Nya minggu lalu? Apakah hidup saya telah mencerminkan reputasi-Nya dengan baik?
Allah berkata kepada umat-Nya, " Engkau tidak mengasihi Aku lagi sekarang, tetapi Aku mengingat suatu masa ketika engkau mengasihi-Ku." Dia berkata, " Aku teringat......kepada cintamu pada waktu engkau menjadi pengantin" (Yer 2:2). Apakah saya dipenuhi kasih yang melimpah kepada Yesus Kristus sama seperti di masa awal, ketika saya berbalik dari dari jalan saya sendiri untuk membuktikan pengabdian saya kepada-Nya? Apakah Dia pernah mendapati saya mengingat masa lalu ketika saya hanya peduli kepada-Nya? Apakah masih seperti itu keadaan saya sekarang, atau apakah saya lebih memilih hikmat manusia dari pada kasih sejati untuk-Nya? Apakah saya begitu mengasihi-Nya sehingga tidak memikirkan lagi kemana Dia memimpin saya? Atau apakah saya mengamati berapa banyak penghargaan yang saya terima sambil menghitung berapa banyak pelayanan yang saya lakukan bagi-Nya?
Ketika saya mengingat hal yang diingat Allah tentang saya, saya juga mulai menyadari bahwa Dia bukanlah Allah yang dulunya saya kenal. Ketika ini terjadi, seharusnya hal ini membuat saya merasa malu dan hina dalam hidup saya, karena akan mendatangkan dukacita rohani, dan ".....dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan...." (2Kor 7:10).
(My Utmost For His Highest--Pengabdianku Bagi Kemuliaan-Nya by Oswald Chambers)
Friday, June 29, 2012
Berdoa Bagi Israel
Syalom...
Dari hari Sabtu sampai Kamis kemarin (tanggal 23-28 Juni) saya diperkenankan Tuhan untuk ambil bagian dalam sebuah pelayanan sebagai penerjemah bagi hamba-hamba Tuhan dari Belanda- Pak Nico dan Ibu Josta Aarnoudse. Kami melayani di Kupang,Soe dan Kefa lewat Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan seminar. 6 hari pelayanan ini sungguh sangat memberkati hidup saya. Tuhan memperbaharui cinta saya. Dia membuat kasih mula-mula itu kembali menyala-nyala.
Selama 6 hari pelayanan di Kupang, Soe dan Kefa banyak hal yang saya pelajari, tapi dari semuanya ada satu hal PENTING yang akan saya bagikan hari ini, yakni berdoa bagi Israel.
Tahukah teman-teman bahwa orang Israel saat ini sedang membuat menorah? Menorah adalah 7 kaki dian yang terbuat dari emas murni.
Mazmur 122: 6-9 mengatakan;
Damai sejahtera atas Yerusalem. Amin
Dari hari Sabtu sampai Kamis kemarin (tanggal 23-28 Juni) saya diperkenankan Tuhan untuk ambil bagian dalam sebuah pelayanan sebagai penerjemah bagi hamba-hamba Tuhan dari Belanda- Pak Nico dan Ibu Josta Aarnoudse. Kami melayani di Kupang,Soe dan Kefa lewat Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan seminar. 6 hari pelayanan ini sungguh sangat memberkati hidup saya. Tuhan memperbaharui cinta saya. Dia membuat kasih mula-mula itu kembali menyala-nyala.
Selama 6 hari pelayanan di Kupang, Soe dan Kefa banyak hal yang saya pelajari, tapi dari semuanya ada satu hal PENTING yang akan saya bagikan hari ini, yakni berdoa bagi Israel.
| Menorah |
Tahukah teman-teman bahwa orang Israel saat ini sedang membuat menorah? Menorah adalah 7 kaki dian yang terbuat dari emas murni.
Menorah yang menjadi Lambang Negara Israel adalah kandil (kaki dian) bercabang 7, yang dahulu diletakkan di Bait Allah Yahudi. Tidak diketahui secara pasti dimana keberadaan Menorah yang dulu diletakkan di Bait Allah karena sejak kota Jerusalem diratakan dengan tanah pada tahun 70 Masehi oleh Jenderal Titus, keberadaan Menorah tersebut tidak diketahui lagi sampai saat ini.
Orang Israel membuat menorah karena mereka sedang menantikan Mesias yang dijanjikan dalam perjajian lama. Mereka masih sedang menantikan kedatangan mesias sedangkan kita orang kristen sedang menantikan kedatangan Mesias yang kedua kali. Di sini kita sebagai orang Israel rohani --sebagaimana rasul Paulus katakan dalam Galatia 3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah-- kita perlu berdoa bagi Israel. Seumpama pohon, maka mereka adalah akar dan kita adalah ranting-ranting. Akar membuat pohon tetap kuat sehingga ranting dapat terus berdiri dan menghasilkan buah. Dengan demikian berdoa bagi Israel adalah hal yang sangat penting. Kita perlu mendoakan mereka supaya hati mereka dapat terbuka untuk menerima Yesus Kristus sebagai mesias.
Mazmur 122: 6-9 mengatakan;
Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.Biarlah ini menjadi doa bagi kita setiap hari.. Mari doakan kesejahteraan Israel! Biarlah kasih Allah di dalam Kristus yang melampaui segala akal dan pikiran dapat membuka hati mereka untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat yang selama ini mereka nantikan.
Damai sejahtera atas Yerusalem. Amin
Monday, June 18, 2012
Reading Crazy Love in A Few Minutes
Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi toko buku Gramedia dengan teman guru. Waktu sampai di lantai 2 mata saya langsung tertuju ke rak buku-buku Kristen. Saya mulai melihat satu persatu dan akhirnya tangan saya menyentuh salah satu buku dengan cover warna merah berjudul "Crazy Love". Ternyata bukan hanya tampilannya yang menarik tapi isinya juga sangat luar biasa. Baru membaca beberapa lembar bab 1 saya langsung merasakan bahwa bukan kebetulan saya harus membaca buku ini. Beberapa menit itu menjadi begitu berarti walaupun saya tidak membelinya karena uang di dompet saya tak cukup :(..
Apa yang sudah menyentuh hati saya dari membaca beberapa menit bab 1 dari buku ini?
Yang sangat menyentuh saya adalah pesan tentang 'terobsesi dengan cinta Tuhan'.
Satu hal yang sepertinya sangat sederhana tapi sesungguhnya mulai hilang dari gereja masa kini.
Jika sebuah pertanyaan ditujukan kepada saya 'apa yang membuat saya berdoa atau apa yang paling sering saya sampaikan dalam doa saat saya berdoa di rumah ataupun di gereja?'
Maka jawaban jujur yang terlontar dari mulut saya adalah meminta penyertaan Tuhan dan berkatNya.
Lalu mungkin semua orang akan bilang "loh apa salahnya meminta penyertaan dan berkatNya? Bukankah semua orang juga berdoa untuk hal yang sama?!"
Iya, saya dan mungkin hampir kita semua tak pernah berhenti menyampaikan permohonan kita kepada Tuhan, tapi ada satu esensi yang hilang secara tak sadar, yakni membiarkan hadiratNya memenuhi seluruh pikiran kita.
Kapan terakhir kali kita datang ke hadiratNya hanya untuk Dia secara total dan bukan karena kita terhimpit masalah dan butuh berkat penyertaanNya atau penghiburanNya?
Kapan terakhir kali kita begitu rindu untuk Dia, hanya Dia dan hadiratNya seperti Daud yang mengibaratkan kerinduannya akan Firman Tuhan seperti rusa yang merindukan aliran air sungai?
Saya ingat bahwa itu sudah bertahun-tahun yang lalu saat saya jatuh cinta pertama kali padaNya...
sudah sangat lama.....hingga saya kembali menemukan buku ini di Gramed dan menyadari bahwa yang saya lakukan setiap hari saat datang kepadaNya adalah seperti seorang anak yang datang ke pelukan bapanya hanya untuk mendapatkan permen dan bukan karena ia rindu untuk berdiam dalam pelukan papanya. Yang saya nanti-nantikan bukan berada di pelukan papa tapi bagaimana membuat papa senang dan akhirnya saya bisa mendapatkan permen dari kantung papa seperti yang dikhotbahkan Pak Tong dalam KPIN minggu lalu.
Berapa banyak kali kita sama seperti anak kecil yang hanya ingin permen?
Saya kembali diingatkan Tuhan lewat buku ini untuk memperbaiki motivasi saya bersama Tuhan. Bukan tentang berkat tapi karena kita terobsesi dengan cintaNya yang besar... TEROBSESI akan cintaNya yang membuat kita berani mengambil resiko-resiko besar dalam hidup ini tanpa menimbang-nimbang...
Sebagaimana Daud begitu merindukan hadirat Allah biarlah kerinduan yang sama juga ada di hati kita untuk datang menyembah Dia...
Tuhan memberkati!
Subscribe to:
Posts (Atom)
